Tampilkan postingan dengan label Pance Pondaag. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Pance Pondaag. Tampilkan semua postingan

Pance Pondaag - Mulanya biasa saja

Posted by Albert Park Kamis, 25 Oktober 2012 0 komentar

Mulanya biasa saja
Kita saling bercanda
Berbincang seadanya
Semua biasa saja

Tak pernah ku bayangkan
Akhirnya datang juga
Gelisah dan rinduku
Menyatu dalam mimpi

Malam-malam begini
Termenung ku sendiri
Menunggu kau disini
Kehadiran dirimu

Di kamar sepi bisu
Ku cari bayang-bayangmu
Di dalam hati ini
Merindukan dirimu

Mulanya biasa saja
Kita saling bercanda
Berbincang seadanya
Semua biasa saja

Malam-malam begini
Termenung ku sendiri
Menunggu kau disini
Kehadiran dirimu

Di kamar sepi bisu
Ku cari bayang-bayangmu
Di dalam hati ini
Merindukan dirimu
Di dalam hati ini
Merindukan dirimu


Baca Selengkapnya ....

Pance Pondaag - Aku masih sendiri

Posted by Albert Park Rabu, 24 Oktober 2012 0 komentar

Disini aku pun sendiri
Dan masih seperti yang dulu
Kesetiaan yang kumiliki hanya untuk dirimu
Sampai akhir hidup ini

Apapun akan ku korbankan
Demi keutuhan engkau dan aku
Semua yang aku miliki cinta dan kerinduan
Kasih.. semua untukmu

Saat ini akupun tak ingin sendiri
Ku cari bayanganmu di sudut sana
Pelukan mesra yang tulus darimu
Betapa engkau ku kasihi

Disini aku pun sendiri
Dan masih seperti yang dulu
Kesetiaan yang kumiliki hanya untuk dirimu
Sampai akhir hidup ini

Saat ini akupun tak ingin sendiri
Ku cari bayanganmu di sudut sana
Pelukan mesra yang tulus darimu
Betapa engkau ku kasihi
Betapa engkau ku kasihi


Baca Selengkapnya ....

Pance Pondaag - Jangan salahkah siapa

Posted by Albert Park 0 komentar

Sampai kapan kau menutupi
Apa yang di hatimu
Sampai kapan lagi
Kau hindari kenyataan


Ku tahu engkau engkau menyayangku
Dari sinar matamu
Tapi kau bertahan
Kau mencoba menutupinya


Sekian lamanya ku tunggu
Kau masih bertahan juga
Jangan salahkan siapa
Bila akhirnya diriku berlalu


Sekian lama ku tersiksa
Dalam penantian ini
Jangan salahkan siapa
Bila tertutup pintu hati ini


Seringkali engkau bertanya
Tentang kesetiaanku
Apa guna ku jawab
Sebab kau masih menutup diri


Ku tahu engkau engkau menyayangku
Dari sinar matamu
Tapi kau bertahan
Kau mencoba menutupinya


Sekian lamanya ku tunggu
Kau masih bertahan juga
Jangan salahkan siapa
Bila akhirnya diriku berlalu


Sekian lama ku tersiksa
Dalam penantian ini
Jangan salahkan siapa
Bila tertutup pintu hati ini
Jangan salahkan siapa
Bila akhirnya diriku berlalu


Baca Selengkapnya ....

Pance Pondaag - Kau begitu berarti

Posted by Albert Park Minggu, 01 Juli 2012 0 komentar

Masih adakah rindumu
Yang pernah kau rasakan
Ku ingin engkau hadir
Saat ini dalam pelukanku


Masih adakah cintamu
Yang dulu begitu indah
Ingin ku dengar
Desah bisikmu saat bersamamu


Masih adakah maaf
Untuk kehadiranku
Masih adakah cinta
Yang tersisa di hatimu


Jauh aku berjalan
Dalam kesendirian
Akhirnya ku akui
Kau ternyata begitu berarti


Masih adakah cintamu
Yang dulu begitu indah
Ingin ku dengar
Desah bisikmu saat bersamamu


Masih adakah maaf
Untuk kehadiranku
Masih adakah cinta
Yang tersisa di hatimu


Jauh aku berjalan
Dalam kesendirian
Akhirnya ku akui
Kau ternyata begitu berarti


Baca Selengkapnya ....

Pance Pondaag - Kau dan aku menyatu

Posted by Albert Park 0 komentar

Angin malam bisikkan kepadanya
Tentang rasa rinduku serta rasa hatiku
Tak ingin ku sendiri menyendiri disini
Bisikkan


Angin malam katakan kepadanya
Masih adakah rindu terukir di hatinya
Masih sayangkah dia
Pada diriku ini


Malam pertama sayang
Bertahun tlah berlalu
Kan dan aku menyatu
Satu slama-lamanya


Angin malam katakan kepadanya
Masih adakah rindu terukir di hatinya
Masih sayangkah dia
Pada diriku ini sayang


Malam pertama sayang
Bertahun tlah berlalu
Kan dan aku menyatu
Satu slama-lamanya


Malam pertama sayang
Bertahun tlah berlalu
Kan dan aku menyatu
Satu slama-lamanya


Baca Selengkapnya ....

Pance Pondaag - Kau yang kusayang

Posted by Albert Park 0 komentar

Andaikan mungkin satu saat nanti
Terlena kau dalam pelukannya
Jangan kau lupakan dia yang disana
Yang kini masih menyayangimu

Luka yang perih terukir disini
Di relung hati yang paling dalam
Kau yang slalu hadir di setiap mimpi
Letih sudah hati dalam kerinduan

Terasa begitu sunyi
Di saat menyendiri disini
Mungkin kau tak pernah tahu
Atau memang kau sengaja

Masih terasa manisnya
Hari-hari indah bersamamu
Jangan pernah kau lupakan
Dirinya yang disana

Luka yang perih terukir disini
Di relung hati yang paling dalam
Kau yang slalu hadir di setiap mimpi
Letih sudah hati dalam kerinduan

Terasa begitu sunyi
Di saat menyendiri disini
Mungkin kau tak pernah tahu
Atau memang kau sengaja

Masih terasa manisnya
Hari-hari indah bersamamu
Jangan pernah kau lupakan
Dirinya yang disana
Jangan pernah kau lupakan
Dirinya yang disana


Baca Selengkapnya ....

Pance Pondaag - Kekasih

Posted by Albert Park 0 komentar

Masih ingin ku lihat lagi senyum di bibirmu
Simpatikku pada dirimu berawal di sini
Kekasih memang kau rayu dari sekian banyaknya
Akupun ikut merasakan hangat tiba di dirimu

Salahkan bila malam ini aku mengakui
Jatuh cinta kepadamu
Bolehkan bila malam ini ingin ku katakan
Aku cinta kepadamu

Tak pernah aku membayangkan kau akan hadir di sini
Membuka kerinduan ini memandang dirimu
Kekasih memang kau lain diantara segalanya
Kau bawa aku mengembara di alam mimpi yang indah

Salahkan bila malam ini aku mengakui
Jatuh cinta kepadamu
Bolehkan bila malam ini ingin ku katakan
Aku cinta kepadamu

Masih ingin ku lihat lagi senyum di bibirmu
Simpatikku pada dirimu berawal di sini
Kekasih memang kau lain diantara segalanya
Kau bawa aku mengembara di alam mimpi yang indah

Bolehkah bila malam ini aku mengakui
Aku cinta kepadamu
Bolehkan bila malam ini ingin ku katakan
Aku cinta kepadamu

Salahkan bila malam ini aku mengakui
Jatuh cinta kepadamu
Bolehkan bila malam ini ingin ku katakan
Aku cinta kepadamu
Salahkan bila malam ini aku mengakui
Jatuh cinta kepadamu
Bolehkan bila malam ini ingin ku katakan
Aku cinta kepadamu


Baca Selengkapnya ....

Pance Pondaag - Bila kau seorang diri

Posted by Albert Park 0 komentar

Bila kau seorang diri
Jangan kau bersedih
Bila kau seorang diri
Ku ingin menemani

Kan ku ceritakan tentang
Sekuntum mawar merah
Kan ku nyanyikan lagu
Tentang asmara

Bila kau seorang diri
Tanya pada hatimu
Walau kau seorang diri
Aku kan menemani

Masih ada di sana
Segelas anggur merah
Dia kan bercerita
Tentang dunia..

Apa saja yang ada di hatimu
Aku pun tahu
Apa saja yang ada hatiku
Engkau pun tahu
Kau duduk disana
Ku duduk disini menyepi
Dari dunia ini
Yang takkan perduli

Nyanyikan saja lagu
Tentang gereja tua
Bukannya lagu tentang
Engkau dan aku

Apa saja yang ada di hatimu
Aku pun tahu
Apa saja yang ada hatiku
Engkau pun tahu
Kau duduk disana
Ku duduk disini menyepi
Dari dunia ini
Yang takkan perduli

Nyanyikan saja lagu
Tentang gereja tua
Bukannya lagu tentang
Engkau dan aku…


Baca Selengkapnya ....

Pance Pondaag - Satukanlah hati kami

Posted by Albert Park 0 komentar

Di sini setahun yang lalu
Menyatu hatiku dan hatimu
Tanpa janji-janji, tanpa kemesraan
Kau diam, aku pun membisu

Kau pergi dengan cita-cita
Ke kota yang jauh di sana
Pasrah sudah hati, hanya doa restu
Ku tunggu dengan sabar hati

Siang malam hanya doa yang ku panjatkan
Tuhan lindungilah dia yang ku sayangi
Satukanlah hati kami berdua
Selamanya selamanya

Siang malam hanya doa yang ku panjatkan
Tuhan lindungilah dia yang ku sayangi
Satukanlah hati kami berdua
Selamanya selamanya

Kau pergi dengan cita-cita
Ke kota yang jauh di sana
Pasrah sudah hati, hanya doa restu
Ku tunggu dengan sabar hati

Siang malam hanya doa yang ku panjatkan
Tuhan lindungilah dia yang ku sayangi
Satukanlah hati kami berdua
Selamanya selamanya

Siang malam hanya doa yang ku panjatkan
Tuhan lindungilah dia yang ku sayangi
Satukanlah hati kami berdua
Selamanya selamanya


Baca Selengkapnya ....

Pance Pondaag - Di saat kau harus memilih

Posted by Albert Park 0 komentar

Malam ini
Coba kau renungkan
Di saat cinta harus memilih
Dalam hatimu
Jangan kau coba
Membagi kasih sayangmu

Suatu hari
Akan ada lagi
Bila kau masih mendua hati
Membagi kemesraan
Siapapun dia
Takkan maafkan dirimu

Jangan janjikan cinta yang biru
Bila kau hanya bermanis-manis di bibir
Jangan bisikkan rindu yang semu
Bila kau hanya menabur duka di hati

Malam ini
Coba kau renungkan
Bila kau masih mendua hati
Membagi kemesraan
Siapapun dia
Takkan maafkan dirimu

Jangan janjikan cinta yang biru
Bila kau hanya bermanis-manis di bibir
Jangan bisikkan rindu yang semu
Bila kau hanya menabur duka di hati
Bila kau hanya bermanis-manis di bibir


Baca Selengkapnya ....

Pance Pondaag - Walau hati menangis

Posted by Albert Park 0 komentar

Mungkin lebih baik begini
Menyendiri di sudut kota ini
Ku tutup pintu hati
Untuk semua cinta walau batin ini menangis

Jangan datang atau titip salam
Hanya menambah luka di hatiku
Hapuslah namaku, hapuslah semua
Kisah kasih yang pernah ada

Biarkan aku sendiri
Menyendiri tanpa dirimu lagi
Walau harus ku akui
Hanya engkau yang sangat ku sayangi
Hatiku pun tak ingin mencari
Pengganti dirimu

Mungkin lebih baik begini
Menyendiri di sudut kota ini
Ku tutup pintu hati
Untuk semua cinta walau batin ini menangis

Jangan datang atau titip salam
Hanya menambah luka di hatiku
Hapuslah namaku, hapuslah semua
Kisah kasih yang pernah ada

Biarkan aku sendiri
Menyendiri tanpa dirimu lagi
Walau harus ku akui
Hanya engkau yang sangat ku sayangi
Hatiku pun tak ingin mencari
Pengganti dirimu

Download lagu Pance Pondaag - Walau hati menangis


Baca Selengkapnya ....

Pance Pondaag - Jangan pernah ragukan

Posted by Albert Park 0 komentar

Jangan pernah kau ragukan
Kesetiaanku padamu
Walau sikapku hanyalah biasa saja
Memang begitu sifat pribadiku

Jangan pernah kau sangsikan
Ketulusan hati ini
Walau tak pernah aku berkata “sayang”
Namun semua cintaku untukmu

Tak ingin bibirku berkata tentang janji
Biarlah semua wajar dan biasa-biasa saja
Bagiku dirimu diatas segalanya
Yang ada di dalam kehidupan ini

Jangan pernah kau ragukan
Kesetiaanku padamu
Walau sikapku hanyalah biasa saja
Memang begitu sifat pribadiku

Jangan pernah kau sangsikan
Ketulusan hati ini
Walau tak pernah aku berkata “sayang”
Namun semua cintaku untukmu

Tak ingin bibirku berkata tentang janji
Biarlah semua wajar dan biasa-biasa saja
Bagiku dirimu diatas segalanya
Yang ada di dalam kehidupan ini


Baca Selengkapnya ....

Pance Pondaag - Demi kau dan si buah hati

Posted by Albert Park 0 komentar

Mengapa harus begini
Tiada lagi kehangatan
Memang ku sadari sering kutinggalkan
Kau seorang diri

Bukannya aku sengaja
Meninggalkan kau sendiri
Aku menyadari
Bukan sandiwara kasihku kepadamu

Tiap malam engkau ku tinggal pergi
Bukan, bukan, bukannya aku sengaja
Demi kau dan si buah hati
Terpaksa aku harus begini
Tiap hari hingga malam berakhir
Ku tahu kau tersiksa karena diriku
Sejujurnya aku katakan
Tiada satu pengganti dirimu

Bukannya aku sengaja
Meninggalkan kau sendiri
Aku menyadari
Bukan sandiwara kasihku kepadamu

Tiap malam engkau ku tinggal pergi
Bukan, bukan, bukannya aku sengaja
Demi kau dan si buah hati
Terpaksa aku harus begini
Tiap hari hingga malam berakhir
Ku tahu kau tersiksa karena diriku
Sejujurnya aku katakan
Tiada satu pengganti dirimu


Baca Selengkapnya ....

Pance Pondaag - Demi Kau dan Si Buah Hati [Chord]

Posted by Albert Park Rabu, 28 September 2011 0 komentar
Intro : A# C F C

C F
Mengapa harus begini
A#
Tiada lagi kehangatan
F C
Memang ku sadari sering kutinggalkan
F
Kau seorang diri

C F
Ku tahu bukan sengaja
A#
kau tinggalkan ku sendiri
f
Aku menyadari
C F
Bukan sandiwara kasihmu kepadaku


Reff :
A#
Tiap malam engkau ku tinggal pergi
C F
Bukan, bukan, bukannya aku sengaja
C
Demi kau dan si buah hati
F
Terpaksa aku harus begini

A#
Tiada daya hingga di saat ini
C F
Diriku masih juga terbaring lemah
C
Begitu tulusnya hatimu
F
hanya air mata yang tersisa


Int : A# F C F C

C F
Ku tahu bukan sengaja
A#
kau tinggalkan ku sendiri
F
Aku menyadari
C F
Bukan sandiwara kasihmu kepadaku

A#
Tiap malam engkau ku tinggal pergi
C F
Bukan, bukan, bukannya aku sengaja
C
Demi kau dan si buah hati
F
Terpaksa aku harus begini

A#
Tiada daya hingga di saat ini
C F
Diriku masih juga terbaring lemah
C
Begitu tulusnya hatimu
F
hanya air mata yang tersisa

C
Demi kau dan si buah hati
F
Terpaksa aku harus begini

Outro : A# F

Baca Selengkapnya ....

Pance Pondaag - Kucari Jalan Terbaik [Chord]

Posted by Albert Park Senin, 01 Februari 2010 0 komentar
Intro : D G C D

G D
Sepanjang kita masih terus begini
G
Takkan pernah ada damai bersenandung
C G
Kemesraan antara kita berdua
D G C D
Sesungguhnya keterpaksaan saja

G D
Senyum dan tawa hanya sekedar saja
G
Sebagai pelengkap sempurnanya sandiwara
C G
Berawal dari manisnya kasih sayang
D G
Terlanjur kita hanyut dan terbuang

Reff :
D G
Kucoba bertahan mendampingi dirimu
D G
Walau kadangkala tak seiring jalan
C G
Kucari dan selalu kucari jalan terbaik
D G
Agar tiada penyesalan dan air mata

Int : D G D G C D

G D
Senyum dan tawa hanya sekedar saja
G
Sebagai pelengkap sempurnanya sandiwara
C G
Berawal dari manisnya kasih sayang
D G
Terlanjur kita hanyut dan terbuang

Back to Reff

Outro : C D G

Baca Selengkapnya ....
Modified by info update - Panduan Blogging SEO. Original by Bamz | Copyright of MP3 Free Download.