Tampilkan postingan dengan label Dian Pisesha. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Dian Pisesha. Tampilkan semua postingan

Dian Piesesha - Tak ingin sendiri

Posted by Albert Park Sabtu, 06 Oktober 2012 0 komentar

Aku masih seperti yang dulu
Menunggumu sampai akhir hidupku
Kesetiaanku tak luntur hatipun rela berkorban
Demi keutuhan kau dan aku

Biarkanlah aku memiliki
Semua cinta yang ada di hatimu
Apapun kan kuberikan cinta dan kerinduan
Untukmu dambaan hatiku

Malam ini tak ingin aku sendiri
Ku cari damai bersama bayanganmu
Hangat pelukan yang masih ku rasa
Kau kasih kau sayang

Aku masih seperti yang dulu
Menunggumu sampai akhir hidupku
Kesetiaanku tak luntur hatipun rela berkorban
Demi keutuhan kau dan aku

Malam ini tak ingin aku sendiri
Ku cari damai bersama bayanganmu
Hangat pelukan yang masih ku rasa
Kau kasih kau sayang

Malam ini tak ingin aku sendiri
Ku cari damai bersama bayanganmu
Hangat pelukan yang masih ku rasa
Kau kasih kau sayang


Baca Selengkapnya ....

Dian Piesesha - Aku cinta padamu

Posted by Albert Park Jumat, 05 Oktober 2012 0 komentar
Dingin malam tak berbintang
Rintik hujan dikegelapan malam
Sedu sedam tangis dihatiku ini
Tanpa engkau yang menemani

Malam kini ku sendiri
Air mata dan rinduku berpadu
Gerimis turun di malam dingin
Membasahi hati yang sendiri ini

Makin rindu hati ini
Yang ku damba hanya dirimu
Makin dalam cinta ini
Yang ku tunggu hanya dirimu
Betapa rindunya hatiku
Aku cinta padamu

Malam kini ku sendiri
Air mata dan rinduku berpadu
Gerimis turun di malam dingin
Membasahi hati yang sendiri ini

Makin rindu hati ini
Yang ku damba hanya dirimu
Makin dalam cinta ini
Yang ku tunggu hanya dirimu
Betapa rindunya hatiku
Aku cinta padamu

Baca Selengkapnya ....

Dian Piesesha - Ku pasrahkan padamu

Posted by Albert Park 0 komentar
Ku serahkan padamu kasih
Segala yang ku miliki
Ku pasrahkan hidupku
Penuh ketulusan hati

Walaupun ku sadari sayang
Jalan masih berliku
Namun aku percaya
Takkan nanti kau tinggalkan diriku
 mp3-hotcollection.blogspot.com
Kadang kala memang keraguan hadir
Mungkinkah cinta dalam hatimu akan berubah
Seringkali memang ku tanya hatiku
Adakah mungkin engkau berlalu dari sisiku

Ku serahkan padamu kasih
Segala yang ku miliki
Ku pasrahkan hidupku
Penuh ketulusan hati

Walaupun ku sadari sayang
Jalan masih berliku
Namun aku percaya
Takkan nanti kau tinggalkan diriku

Kadang kala memang keraguan hadir
Mungkinkah cinta dalam hatimu akan berubah
Seringkali memang ku tanya hatiku
Adakah mungkin engkau berlalu dari sisiku
Adakah mungkin engkau berlalu dari sisiku

Baca Selengkapnya ....

Dian Piesesha - Satukan hati kami

Posted by Albert Park Minggu, 01 Juli 2012 0 komentar

Disini setahun yang lalu
Menyatu hatiku dan hatimu
Tanpa janji-janji tanpa kemesraan
Kau diam aku pun membisu

Kau pergi dalam cita-cita
Ke kota yang jauh disana
Pasrah sudah hati, hanya doa restu
Ku tunggu dengan sabar hati

Siang malam hanya doa yang ku panjatkan
Tuhan lindungilah dia yang kusayangi
Satukanlah hati kami berdua
Selamanya, selamanya
Siang malam hanya doa yang ku panjatkan
Tuhan lindungilah dia yang ku sayangi
Satukanlah hati kami berdua
Selamanya, selamanya

Kau pergi dalam cita-cita
Ke kota yang jauh disana
Pasrah sudah hati, hanya doa restu
Ku tunggu dengan sabar hati

Siang malam hanya doa yang ku panjatkan
Tuhan lindungilah dia yang kusayangi
Satukanlah hati kami berdua
Selamanya, selamanya
Siang malam hanya doa yang ku panjatkan
Tuhan lindungilah dia yang kusayangi
Satukanlah hati kami berdua
Selamanya, selamanya


Baca Selengkapnya ....

Dian Pisesha - Kuncup hati layu pasti

Posted by Albert Park 0 komentar

Bunga-bunga kini t’lah layu
Daun-daunpun enggan berbisik
Bulan bintang menjadi saksi
Hampanya hati kini kurasa

Maafkanlah aku kekasih
Relakan ku pergi darimu
Lelah sudah aku menangis
Merintih pedih dalam hati

Kekasihku...
Tempuhlah hidupmu yang baru
Puaskan apa yang engkau inginkan
Bahagia ku doakan

Biarkanlah diriku..
Dengan jalanku sendiri
Dengan luka dan duka hatiku
Biarkan ku sendiri

Bunga-bunga kini t’lah layu
Daun-daunpun enggan berbisik
Bulan bintang menjadi saksi
Hampanya hati kini kurasa

Maafkanlah aku kekasih
Relakan ku pergi darimu
Lelah sudah aku menangis
Merintih pedih dalam hati

Kekasihku...
Tempuhlah hidupmu yang baru
Puaskan apa yang engkau inginkan
Bahagia ku doakan

Biarkanlah diriku..
Dengan jalanku sendiri
Dengan luka dan duka hatiku
Biarkan ku sendiri


Baca Selengkapnya ....

Dian Piesesha - Bara api senyummu

Posted by Albert Park 0 komentar

Kau pernah ucapkan janji
Janji-janji manis untukku
Saat itu aku terbuai
Bayangan khayal dalam diriku

Bara api dalam senyummu
Ku terbakar kemesraanmu
Walau lama tiada berita
Ku maafkan karena senyummu

Masih ada bukti rindu di hatiku
Kisah-kisah indah kenanganku
Setiap malam ku s’lalu berdoa
Mungkinkah kita dapat berdua

Desir angin di malam dingin
Embun sirna di mentari pagi
Selama masih ada kasih sayang
Jangan kau biarkan diriku sendiri

Kau pernah ucapkan janji
Janji-janji manis untukku
Saat itu aku terbuai
Bayangan khayal dalam diriku

Bara api dalam senyummu
Ku terbakar kemesraanmu
Walau lama tiada berita
Ku maafkan karena senyummu

Masih ada bukti rindu di hatiku
Kisah-kisah indah kenanganku
Setiap malam ku s’lalu berdoa
Mungkinkah kita dapat berdua

Desir angin di malam dingin
Embun sirna di mentari pagi
Selama masih ada kasih sayang
Jangan kau biarkan diriku sendiri


Baca Selengkapnya ....

Dian Piesesha - Habis manis habislah sayang

Posted by Albert Park 0 komentar

Bergetar tubuhku menahan pedihnya
Bagai tersayat-sayat hatiku ini
Apa yang kau mau sudah ku berikan
Setelah puas kau pun berlalu


Tiada bulan madu yang pernah kau janji
Apalagi malam pertama yang syahdu
Ternoda cintaku, ternoda diriku
Kejam, kejam, kejamnya dunia..


Yang ku sesali bukannya kau
Ingkar janji sayang
Yang ku tangisi karna
Ku ternoda sayang
Yang sungguh menyayat hati
Mengapa kita harus berjumpa


Tiada bulan madu yang pernah kau janji
Apalagi malam pertama yang syahdu
Ternoda cintaku, ternoda diriku
Kejam, kejam, kejamnya dunia..


Yang ku sesali bukannya kau
Ingkar janji sayang
Yang ku tangisi karna
Ku ternoda sayang
Yang sungguh menyayat hati
Mengapa kita harus berjumpa
Yang sungguh menyayat hati
Mengapa kita harus berjumpa


Baca Selengkapnya ....

Dian Piesesha - Oh mimpi janganlah datang

Posted by Albert Park 0 komentar

Andaikan kini kau telah bahagia
Biarlah air mata untuk diriku
Tak mungkin lagi ku harapkan dirimu
Bahagia lah kau bersama dirinya

Ooho.. perih.... sepi begini
Kini kau bukan, kini kau bukan milikku lagi
Ooho.. mimpi... janganlah datang
Aku tak mau aku tak rela bermadu cinta

Ku tahu pasti luasnya dunia
Ku tahu pasti banyak pengganti diriku
Kenyataan begitu di depan mataku
Kau cumbu dia sahabat karibku

Ooho.. perih.... sepi begini
Kini kau bukan, kini kau bukan milikku lagi
Ooho.. mimpi... janganlah datang
Aku tak mau aku tak rela bermadu cinta

Ooho.. perih.... sepi begini
Kini kau bukan, kini kau bukan milikku lagi
Oh mimpi janganlah datang
Aku tak mau aku tak rela bermadu cinta


Baca Selengkapnya ....

Dian Piesesha - Engkau segalanya bagiku

Posted by Albert Park 0 komentar

Berdua kita lalui
Perjalanan dan liku hidup ini
Tahun-tahun pertama masih kurasa
Nan lepas padamu


Hari-hari berganti
Kebimbangan terkadang hadir mencekam
Mungkin kau yang t’lah bosan
Ataukah memang takdirku begini


Walau bibir ini diam
Namun sejujurnya ku akui
Kau segalanya
Tempat kusandarkan berjuta pengharapan
Sering kau tinggal diriku
Di malam-malam seperti ini
Terkadang hadir rasa curiga
Namun tak berdaya..


Hari-hari berganti
Kebimbangan terkadang hadir mencekam
Mungkin kau yang t’lah bosan
Ataukah memang takdirku begini


Walau bibir ini diam
Namun sejujurnya ku akui
Kau segalanya
Tempat kusandarkan berjuta pengharapan
Sering kau tinggal diriku
Di malam-malam seperti ini
Terkadang hadir rasa curiga
Namun tak berdaya…
Terkadang hadir rasa curiga
Namun tak berdaya


Baca Selengkapnya ....

Dian Piesesha - Perasaan

Posted by Albert Park 0 komentar

Menyatu hati kita berdua
Dalam rintik hujan di senja itu
Mata pun terpejam syahdu
Hati berbunga rindu terobati

Kisahmu tentang rumah yang mungil
Serta hari esok penuh ceria
Dua anak saja, begitu yang kau inginkan
Dan yang ku harapkan

Mimpi-mimpi tinggal mimpi
Tak satupun yang menjadi nyata
Janji sehidup semati
Kini tinggal janji di bibirmu
Kau pergi biarkan diriku
Kau tinggal-tinggal aku sendiri
Manis namun pahit ku rasa
Sepahit pahit pahit empedu

Kisahmu tentang rumah yang mungil
Serta hari esok penuh ceria
Dua anak saja, begitu yang kau inginkan
Dan yang ku harapkan

Mimpi-mimpi tinggal mimpi
Tak satupun yang menjadi nyata
Janji sehidup semati
Kini tinggal janji di bibirmu
Kau pergi biarkan diriku
Kau tinggal-tinggal aku sendiri
Manis namun pahit ku rasa
Sepahit pahit pahit empedu


Baca Selengkapnya ....

Dian Piesesha - Apa salahku

Posted by Albert Park 0 komentar

Oohh.. mengapa hujan tiada berhenti
Oohh mengapa bimbang tiada bersinar
Dinginnya malam mencekam
Sedingin hati ini
Tangisku berpadu rindu
Sederas rintik hujan


Ingin.. aku bertanya pada dirimu
Apa salahku apa dosaku kepadamu
Dulu.. begitu sayang engkau padaku
Kemana lagi, dimana lagi kuberteduh


Oohh.. jauh-jauh dirimu disana
Oohh.. beku-beku sudah cinta ini
Pernahkah engkau mengerti
Apa yang kurasakan
Pernahkah engkau mengerti
Rindu dalam hatiku


Ingin.. aku bertanya pada dirimu
Apa salahku apa dosaku kepadamu
Dulu.. begitu sayang engkau padaku
Kemana lagi, dimana lagi kuberteduh
Kemana lagi, dimana lagi kuberteduh


Baca Selengkapnya ....

Dian Piesesha - Mengapa tak pernah jujur

Posted by Albert Park 0 komentar

Mengapa kau tak pernah lagi
Melihat dan menemani diriku sayang
Seandainya daun-daun berbisik
Dia akan bercerita tentang hati ini


Malam-malam sepi begini
Terasa panjang dan sangat menyiksa diri
Rasa sunyi rasa rindu pada dirimu
Menyatu di dalam kebisuan malam ini


Mengapa kita saling menyiksa diri
Sedangkan rinduku rindumu berpadu
Mengapa kita berdua
Tak pernah jujur mengakuinya
Mengapa kita harus hidup tersiksa
Sedangkan cintaku cintamu menyatu
Jangan biarkan membara
Api cemburu di dalam hidup ini


Malam-malam sepi begini
Terasa panjang dan sangat menyiksa diri
Rasa sunyi rasa rindu pada dirimu
Menyatu di dalam kebisuan malam ini


Mengapa kita saling menyiksa diri
Sedangkan rinduku rindumu berpadu
Mengapa kita berdua
Tak pernah jujur mengakuinya
Mengapa kita harus hidup tersiksa
Sedangkan cintaku cintamu menyatu
Jangan biarkan membara
Api cemburu di dalam hidup ini


Baca Selengkapnya ....
Modified by info update - Panduan Blogging SEO. Original by Bamz | Copyright of MP3 Free Download.